Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Pingin Tambah diKAYAkan???

Seperti diungkap oleh Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam bukunya Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah tentang keutamaannya, penulis membeberkan keutamaan-keutamaan yang disediakan oleh Allah bagi hamba yang menunaikannya lengkap dengan sumber haditsnya. Pertama, orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi) Kedua, barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim). Ketiga, orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa...

SUNGGUH INDAH,LEZAT dan ISTIMEWA Sajian-MU Ya Allah

“Hikmah hijrah..Hikmah perubahan, semakin baik, meninggalkan yang munkar. Tinggalkan kemalasan menuju istiqamah beribadah.SELAMAT MENIKMATI SAJIAN HIDANGAN shalat TAHAJUD Pada dasarnya kata tahajjud berasal dari kata hujud yang artinya tidur. Dan oleh al-Biqai tahajjud dipahami tinggalkan tidur untuk melakukan shalat. Istilah lain dari tahajjud adalah Shalat Lail/Shalat Malam, karena waktu pengerjaannya di saat malam yang sama dengan waktu tidur. Allah berfirman: "Sesungguhnya bangun di waktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang bari kesibukan yang panjang." (QS. Al-Muzzammil : 6-7) Terdapat dua hai yang mengesankan bagi kita dari ayat di atas. Pertama, sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam hari memilki efek dan dampak yang lebih mengesank...

Merasa cukup dan SYUKUR NIKMAT

Kejar duniamu... Untuk akhiratmu...

Kejar duniamu... Untuk akhiratmu...Dan bila mengejar dunia, sudah langsung dengan cara-caranya Allah, maka itu sudah terhitung ibadah, baik dia berhasil, maupun dia tidak berhasilnya. Selama mengejar dunia, jangan lupa akan kewajiban-kewajiban yang Allah seru, dan larangan-larangan yang Allah larang. Sehingga kita disebut tidak lalai dengan dunia, dan tidak disebut lupa akhirat. Setelah dapat dunia, jangan lupa bagian Allah, dan bagian mereka-mereka yang Allah menyuruh kita memperhatikannya. Selamat mengejar duniamu... Untuk akhiratmu... Salam hormat, @yusuf_mansur.